Tugas Terstruktur 06
Ridho Fiambri Putra
41324010023
Analisis Strategi Pemasaran Produk Menggunakan Konsep 7P
Studi Kasus: UMKM Kopi “Kopi Nusantara”
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Perkembangan industri minuman kopi di Indonesia meningkat pesat seiring bertambahnya minat masyarakat terhadap gaya hidup modern. Banyak UMKM kopi yang bermunculan dan menawarkan produk dengan karakteristik unik. Persaingan ini menuntut pelaku usaha memiliki strategi pemasaran yang tepat, terutama melalui konsep bauran pemasaran 7P yang mencakup Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence. Karena itu, diperlukan analisis komprehensif untuk menentukan strategi pemasaran yang efektif bagi UMKM kopi.
1.2 Tujuan
Tugas ini bertujuan untuk:
-
Menganalisis strategi pemasaran UMKM “Kopi Nusantara” menggunakan konsep 7P.
-
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan strategi pemasaran yang telah diterapkan.
-
Memberikan rekomendasi pengembangan strategi agar bisnis dapat berkembang dan bersaing secara berkelanjutan.
1.3 Gambaran Singkat Produk dan Pasar
UMKM “Kopi Nusantara” adalah usaha minuman kopi lokal yang memproduksi kopi seduh manual brew dan es kopi susu dengan bahan baku dari petani kopi lokal di Jawa Barat. Target pasar utamanya adalah:
-
Usia 17–35 tahun
-
Mahasiswa dan pekerja
-
Peminat kopi kekinian dan produk lokal
-
Masyarakat urban yang aktif menggunakan media sosial
2. Analisis Strategi Pemasaran 7P
2.1 Product (Produk)
Kondisi saat ini:
-
Menyediakan menu kopi signature (Es Kopi Gula Aren, Kopi Susu Aren Lite, Americano, Latte, Cappuccino).
-
Biji kopi single origin: Garut, Sumedang, Aceh Gayo.
-
Kemasan cup plastik standar dengan branding sederhana.
Kelebihan:
-
Rasa kopi khas karena menggunakan biji kopi lokal berkualitas.
-
Variasi menu sesuai selera anak muda.
Kekurangan:
-
Kemasan kurang menarik.
-
Belum memiliki produk non-kopi sebagai alternatif.
Strategi pengembangan:
-
Membuat produk seasonal (menu edisi Ramadan/Natal/Valentine).
-
Menambah pilihan non-kopi: matcha, coklat, taro.
-
Desain kemasan ramah lingkungan (paper cup atau biodegradable cup).
2.2 Price (Harga)
Kondisi saat ini:
-
Harga berkisar Rp15.000 – Rp22.000.
-
Menggunakan strategi kompetitif mengikuti harga pasaran kopi kekinian.
Strategi pengembangan:
-
Paket bundling: “Buy 2 Get 1 50% off”.
-
Memberikan loyalty card (beli 10 gratis 1).
-
Penetapan harga premium untuk menu single origin edisi khusus.
2.3 Place (Tempat/Distribusi)
Kondisi saat ini:
-
Berlokasi di dekat kampus dan area perkantoran.
-
Penjualan melalui toko offline kecil.
Strategi pengembangan:
-
Menambah distribusi melalui aplikasi ojek online (GoFood, GrabFood, ShopeeFood).
-
Membuka booth kecil di event kampus atau bazar.
-
Menawarkan layanan pesan-antar via WhatsApp.
2.4 Promotion (Promosi)
Kondisi saat ini:
-
Promosi sederhana melalui Instagram.
Strategi pengembangan:
-
Membuat konten video pendek (reels/TikTok) tentang proses pembuatan kopi.
-
Menggunakan micro-influencer lokal.
-
Program giveaway dan diskon khusus hari tertentu.
-
Membuat kampanye “Bangga Minum Kopi Lokal”.
2.5 People (Orang)
Kondisi saat ini:
-
Tim kecil (barista, kasir, owner).
-
Pelatihan belum rutin.
Strategi pengembangan:
-
Pelatihan barista bulanan (latte art, pelayanan pelanggan).
-
SOP pelayanan cepat: maksimal 3–5 menit per pesanan.
-
Program bonus untuk karyawan berprestasi.
2.6 Process (Proses)
Kondisi saat ini:
-
Proses penyeduhan masih manual, waktu agak lama.
-
Antrian meningkat pada jam sibuk.
Strategi pengembangan:
-
Menggunakan mesin espresso semi otomatis untuk mempercepat penyajian.
-
Sistem pre-order untuk pelanggan tetap.
-
Alur pelayanan: pesan → bayar → tunggu → ambil.
2.7 Physical Evidence (Bukti Fisik)
Kondisi saat ini:
-
Tempat duduk terbatas.
-
Desain interior minimalis.
Strategi pengembangan:
-
Menambahkan dekorasi bertema kopi lokal (poster petani, proses roasting).
-
Menggunakan seragam barista agar profesional.
-
Menyediakan tempat foto (photo spot) untuk memaksimalkan promosi organik di media sosial.
3. Kesimpulan dan Rekomendasi
UMKM “Kopi Nusantara” memiliki potensi besar untuk berkembang karena menawarkan produk berkualitas dengan bahan baku lokal. Analisis 7P menunjukkan bahwa usaha ini cukup baik dalam aspek produk dan harga. Namun aspek promosi, bukti fisik, dan proses perlu diperkuat agar bisnis lebih kompetitif.
Rekomendasi utama:
-
Mengembangkan inovasi produk berkala.
-
Memperkuat promosi digital yang kreatif.
-
Membuat SOP pelayanan agar lebih cepat dan konsisten.
-
Memperindah bukti fisik (interior dan packaging).
Dengan strategi 7P yang terintegrasi, Kopi Nusantara dapat meningkatkan penjualan, loyalitas pelanggan, serta mampu bersaing dengan brand kopi lokal lainnya.
DAFTAR PUSTAKA (APA 7th Edition)
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson.
Tjiptono, F. (2019). Strategi Pemasaran. Andi Publisher.
Lupiyoadi, R. (2020). Manajemen Pemasaran Jasa. Salemba Empat.
Komentar
Posting Komentar